Bantuan Rastra Diduga Dipolitisasi Oleh Oknum Lurah di Jeneponto

samsir, 16 Apr 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO,- Puluhan warga penerima bantuan beras sejahtera (Rastra) di Lingkungan Lembangloe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, tidak menerima.

Hal itu terjadi lantaran salah seorang oknum Kepala Kelurahan Balang Induk,  Nasrawaty, diduga mempolitisasi rastra kesalah satu calon tertentu.

Menurut beberapa warga penerima bantuan rastra berinisial HM, TT, BA, JR, UN, MC, dan HM mengatakan, Ibu Lurah tidak memberikan jatah beras rastra kepada warga yang tidak mencoblos calon tertentu.

"Yang disuruh pilih itu, caleg Ibu Bupati, anak dan iparnya. Berlogokan 441," sebut dia

Mereka mengaku bahwa yang mengarahkan memilih ke salah satu calon tertentu adalah Lurah Balang Induk, Nasrawaty, ucapnya.

Senada yang sama diutarakan oleh Inisial RI, melalui pesan via whatsApp, dirinya mengaku bahwa bantuan rastra itu diduga kuat dipolitisasi oleh oknum kepala Kelurahan Balang Induk.

"@Warga diitimidasi, warga yang tidak memilih beliau maka tidak dikasih rastra@," tulisnya.

Karena menurut warga kata RI, caleng yang dimaksud tidak pernah turun mengunjungi korban sewaktu banjir-bandang beberpa hari lalu. Sehingga warga enggan memilihnya.

"@Ada sekitar kurang lebih 40 orang yg tdk diberi rastra krn mempertahankan hak masing@," tulisnya lagi.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Balang Induk, Nasrawaty, membantah dugan beras rastra yang dipolitisasi untuk kesalah satu calon tertentu.

Menurut dia, rastra itu baru sebagian yang sudah dibagikan kewarga, yaitu. Warga Lingkungan Lembangloe Barat dan Lingkungan Lembangle.

"Beras itu datang dari hari Kamis kemarin. Tapi baru sebagian dibagikan. Sisanya masih ada di kantor," Ucap Nasrawaty melalui via telephone kepada Indonesiasatu.co.id, Selasa (16/4/2019).

Dikatakan, kemarin waktu mau dibagi pihaknya mendapat suara sumbang dari warga, Rastra sudah turun nanti itu dikaitkan dengan politik.

"Makanya saya tahan dulu karena jangan sampai warga salah paham rastra itu dikaitkan dengan politik. Itu yang saya hindari makanya saya tidak bagi dulu," katanya.

Pihaknya akan bagikan sisa rastra yang belum disalurkan itu setelah selesai pemilihan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi tidak benar itu kalau rastra itu dipolitisasi kesalah satu calon tertentu, jelasnya.

 

Editor : Samsir
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu