Yok "Koes Plus" Koeswoyo: Musik dan Nasionalisme bangsa

WARTAJATIM.COM: MALANG - Berbicara tentang musik Indonesia, seharusnya generasi muda sekarang belajar dan mempelajari lagu-lagu band legendaris Koes Bersaudara yang akhirnya menjadi Koes Plus.Lirik lagu yang sederhana dan sekilas mudah dipahami tapi ternyata menyimpan sebuah makna yang dalam dan filosofi tentang kehidupan manusia juga jiwa nasionalisme yang sangat tinggi.

Pertemuan saya dengan Yok Koeswoyo beberapa tahun yang lalu saat kami berbincang ringan tentang musik seakan ada hikmahnya di saat-saat ini. Di saat bangsa ini sangat sulit dipersatukan dan banyak perpecahan disana-sini adakalanya kita merindukan sosok-sosok pemersatu bangsa yang salah satunya lewat lirik dan nada lagu yang ringan dan bisa langsung akrab di telinga juga merasuk di hati yang mendengarkan.

Bukan dengan sengaja dibuat tapi ungkapan spontan dari seniman musik yang dituangkan lewat lagu yang bisa menggugah rasa Nasionalisme kita dan menjadi pemersatu bangsa.

Di era 70 an kita mengenal Koes bersaudara yang terdiri dari 5 bersaudara: Yon Koeswoyo ( Koesjono ), Yok Koeswoyo ( Koesrojo ), Tonny koeswoyo ( Koestono ), Nomo Koeswoyo (koesnomo ), john Koeswoyo  ( Koesdjono ) dan berganti nama menjadi Koes Plus setelah Kasmoery ( Moery Koes Plus ) menggantikan posisi Nomo Koeswoyo sebagai drummer di Koes Bersaudara.

Lagu-lagu yang mereka ciptakan banyak juga yang bertemakan Nasionalisme karena kecintaan mereka terhadap bangsa ini,seperti Kolam susu dan Nusantara .

Menurut Yok Koeswoyo salah satu personel Koes Plus yang masih tersisa jaman sekarang ini anak bangsa membutuhkan karya musik yang lebih mendidik entah itu tentang kehidupan , sosial atau juga tentang Nasionalisme tentunya dengan kemasan modern yang lebih bisa diterima oleh generasi sekarang.

Berbeda dengan musisi jaman dulu,banyak musik sekarang yang lirik lagunya terkesan asal dibuat demi mengejar popularitas semata tanpa memperhatikan dampak dan efek yang akan terjadi apabila lirik lagu yang tidak pantas didengar oleh pendengarnya terutama anak-anak.

Apalagi sekarang dengan kemajuan  tekhnologi yang dengan mudahnya pendengar dan penikmat musik bisa mengakses lewat TV atau media sosial yang menjamur dimana-mana.

Abah Yok begitu panggilan akrabnya sekarang sangat berharap adanya pendidikan akhlak dan moral yang salah satunya lewat musik yang paling tidak membawa aroma Indonesia kembali ke jaman dulu di saat bangsa ini dengan ke aneka ragamannya bisa bersatu dan tidak mudah berselisih pendapat juga tersulut emosi yang menimbulkan perpecahan bangsa ( Hendro B.L )