Wayangan Tandai Penutupan PHBN Kecamatan Kertosono

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Rangkain puncak kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan kertosono berakhir Jum'at (14/9/2018). Penutupan kegiatan PHBN dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indoensia Ke-73 RI ini ditutupi dengan tradisi wayang dan bazar produk masyarakat.

Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 20.00 WIB dan dihadiri Pj Bupati Nganjuk Soedjono, Muspika Kecamatan Kertosono, Ketua PHBN Kertosono Wachid Djarwono, tokoh masyarakat Mayjend (Purn) Estu Hari Subagio, Romo Widodo.

Ketua Umum PHBN Kertosono Wachid Djarwono menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak dan masyrakat yang telah ikut menyukseskan semua acara PHBN ini.

"Wayang Kulit dilaksanakan sebagai wujud melestarikan budaya dan memberikan hiburan bagi masyarakat yang merindukan kegiatan ini. Kegiatan seperti hampir 11 tahun belum dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan  kertosono,” katanya.

‌Pagelaran wayang kulit dimulai dengan ditandai penyerahan Wayang Gunungan oleh Estu Subagio kepada Dalang KI Anom Dwijo Kongko. Wayangan digelar semalam suntuk dengan lakon sirnaning angkara murko.

Ribuan massa terlihat memadati halaman Kantir Kecamatan. Tidak hanya wayang yang disuguhkan, juga ada lawakan Jawa Timuran “Ludruk” yang digawangi Cak Tawar dan Agus kuprit. Lundruk mampu menghipnotis masyarakat untuk tidak beranjak dari lokasi acara hingga menjelang subuh.

“Acara ditutup sekitar pukul 03.30 WIB,” ujarnya.

Pj Bupati Nganjuk Soedjono mengapresiasi kegiatan wayangan dan bazar ini. Menurutnya kegiatan seperti ini harus lebih banyak digelar di Nganjuk. Ia beralasan kegiatan serupa mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan melestarikan budaya.

“Saya lihat di Jalan Basuki Rahmat tadi partisipasi masyarakat sangat tinggi. Baik dari pedagang maupun masyarakat yang membeli barang,” bebernya.

Ia juga meminta kegiatan serupa harus tetap dilestarikan setiap tahun. Namun harus diiringi dengan pengelolaan yang lebih baik. Dengan harapan, kegiatan tersebut bisa menarik wisatawan dari luar Nganjuk.

“Dikelola dengan baik, promosikan dengan baik maka ini bisa menjadi saya tarik turis dalam dan luar negeri. Tapi syaratnya harus ditangani serius dan sabar,” pungkas Soedjono.

Reporter : Faiz 

Editor : syarief 

  • Whatsapp

Index Berita