Warga Jombang Desak Calon Wakil Presiden Nomer Urut 2 Agar Meminta Maaf

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Ribuan santri unjukrasa dengan tema ‘Santri Nyekar Bareng’ ke makam ke KH Bisri Syamsuri Denanyar. Demo berangkat dari Ringin Contong, Jombang menuju Denanyar.

Unjukrasa ini menyusul viralnya video Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno yang dinilai tidak sopan saat ziarah ke KH Bisri Syamsuri, di media sosial.
Sandi dianggap menghina ulama NU yang sudah meninggal. Melangkahi makam salah satu pendiri NU di waktu tabur bunga, dianggap sudah melampaui batas.

Aksi ribuan santri ini dimulia pukul 15.00 wib. Dengan jalan kaki dari Ringin Contong menuju area makam Mbah Bisri (KH Bisri Syansuri) di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang mereka menenteng sejumlah sepanduk di antaranya: ‘Kami Para Santri Siap menjaga Marwah Kiai’. Kemudian dilakukan doa bersama di makam salah satu pendiri NU itu.

“Aksi damai ini kami lakukan untuk memberikan contoh yang baik terhadap Pak Sandi, bagaimana caranya menghormati ulama meskipun beliaunya sudah meninggal dunia,” kata Faizuddin Fil Muntaqobat kordinator aksi, Senin (12/11).

Faiz, sapaan akrabnya mengatakan, viralnya video Sandiaga Uno, jika tidak segera disikapi, maka, akan menjadikan hal yang tidak baik dan bisa jadi ditiru oleh para generasi mendatang.

“Nyekar (ziarah) ke makam leluhur maupun para ulama, itu merupakan wujud menghormati, dan menjaga etika serta kesopanan.Namum apa yang dilakukan Sandi merupakan wujud ketidaksopanan dan penghinaan terhadap ulama,” katanya.

Sandi Didampingi Gus Salam
Sekedar tahu, beberapa waktu lalu Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno didampingi keluarga Denanyar (Gus Salam) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren tersebut. Keduanya melakukan doa bersama dan tabur bunga di makam KH Bisri Syansuri.

Setelah melakukan doa, dilakukan tabur bunga. Di mana posisi Sandi berada di dedan Prabowo. Keduanya sama-sama menebar bunga. Namun, setelah menebar bunga Sandi tidak jalan melinggar seperti Prabowo, melainkan melangkai makam. Video ini terus disebarluaskan dan memicu demo para santri Jombang.

“Pak Sandi biar tidak tahu caranya ziarah ke makam Kiai, ini kami kasih tahu caranya dan menghormati kiai walau pun sudah meninggal,” demikian salah seorang peserta demo.

Selanjutnya, Faiz mengatakan bahwa para santri sudah dididik dari kecil mengenai etika moral sebelum belajar ilmu pengetahuan. Karena etika moral lebih tinggi nilainya daripada sekedar pintar dan cerdas.

"Dengan kejadian tersebut kami atas nama masyarakat Jombang peduli Ulama meminta agar Pak Sandiaga Uno meminta maaf kepada seluruh santri dan masyarakat atas tindakan yang dilakukannya. Entah tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja ataupun karena ketidaktahuan tata cara berziarah. Kami berharap sebelum berziarah kemakam sebaiknya belajar dulu adab dan tata cara berziarah," ucapnya.

Hadir dalam aksi ratusan Santri Nyekar Bareng. Untuk meredam suasana Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Akhmad Jazuli hadir dan langsung mengajak santri untuk bersholawat di Ringin contong sebelum berziarah atau Nyekar ke makam Maqbarah Kiai Bisri Syansuri sehingga suasana menjadi dingin. serta dijaga anggota kepolisian dengan komando Wakapolres Jombang guna pengamanan.

Diketahui Mendiang Maqbarah Kiai Bisri Syansuri adalah salah satu tokoh Islam yang ikut mendirikan Nahdlatul Ulama bersama Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari bersama Hadratus Syekh Wahab Hasbullah, pungkas.(oji /kla) 

  • Whatsapp

Index Berita