Subhanallah, Dosen Yapnas dan Yapti Jeneponto Meninggal Dunia Saat Ceramah Tarawih Malam Ke Enam Ramadhan

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Innalillahi, telah berpulang kerahmatullah. Suhardi, S.ag.,M.A, Daeng Lurang, (50) warga Kampung Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Sulawesi Selatan, saat membawakan ceramah tarawih pada malam ke enam bulan suci ramadhan disalah satu mesjid di Jeneponto, senin (21/05/2018) malam sekitar pukul 19.30 wita

Informasi yang dihimpun media ini di rumah duka, bahwa almarhum sedang diatas mimbar membawakan ceramah ramadhan di salah satu mesjid sekitar pasar Karisa, Kelurahan Empoang, di Jeneponto dan tiba-tiba jatuh pinsang dan tidak sadarkan diri.

Menurut salah satu jamaah yang berada di mesjid tersebut menjelaskan kronologisnya melalui Arifin (42) saudara almarhum katanya, saat berceramah diatas mimbar sudah hampir pertengahan ceramahnya tiba-tiba jatuh pinsang kedepan dan langsung ditimang oleh salah satu jamaah dengan cara merangkul supaya tidak mengenai lantai, dan beberapa jamaah lainnya di mesjid itu langsung memboyongnya ke mobil untuk dibawa ke RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto guna mendapatkan perawatan medis, ucapnya

"Sempat diperiksa oleh salah satu Dokter di Rumah Sakit Jeneponto, namun nyawanya tidak terselamatkan lagi diduga almarhum mempunyai riwat jantung, dan tidak lama setelah diperiksa sudah dikatakan meninggal dunia. Dikemungkinkan ia sudah meninggal dunia saat diperjalanan atau pada saat membawakan ceramah di mesjid," ungkapny Arifin.  

Lanjut Arifin katakan sebelum almarhum ke mesjid untuk berceramah ia sempat menyiapkan makanan untuk buka puasa bersama dengan warga di rumah istri keduanya di BTN Romanga tadi sore sekitar jam 05.00 wita

"Teman-temannya dengan warga sekitar sudah berkumpul dirumahnya untuk rencana berbuka puasa bersama, sambil menunggu almarhum karena keluar beli kue, itupun sempat terlambat datang buka bersama," katanya dengan hati terpukul

Setelah buka bersama almarhum sempat membersih-bersihkan semua sisa-sisa makana saat habis buka bersama, padahal tidak pernah begitu sebelumnya. Almarhum bilang "saya harus cepat-cepat ini, karena ada jadwal ceramahku yang mau saya isi di mesjid jangan sampai saya terlambat. Ucapnya Arifin dengan mata berkaca

Dari pantauan wartasulsel Almarhum disemayamkan dirumah duka keluarga istri pertamanya di Kampung Tamaroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Dimana disebutkan bahwa almarhum meninggalkan dua orang istri dan lima orang anak. Istri pertamanya tinggal di Kampung Tamanroya yang dikaruniai 3 orang anak, sedangkan istri keduanya di BTN Afrilya, Kelurahan Balang, Jeneponto dengan 2 orang anak.

Lurah Tamanroya Hariyadi mengatakan, bahwa almarhum dikenal seorang ustasd yang padat jadwalnya setiap bulan suci ramadhan bukan hanya di Jeneponto saja, namun bahkan beliau diundang sampai keluar kota untuk berceramah,

"Beliau cukup dikenal oleh kalangan masyarakat kerena selain ustasd beliau juga seorang Dosen yang mengajar disalah satu perguruan tinggi. Kampus Yayasan pendidikan Nasional (Yapnas)  Jeneponto dan Kampus Yayasan Pendidikan Turatea Indonesia (Yapti) Jeneponto," urainya.

Almarhum adalah warga saya, dan semasa hidupnya tidak pernah ada masalahnya saya dengar selama beliau tinggal di Tamanroya, beliau sopan dan pendiam, tidak pernah cekcok dengan keluarganya, "kebetulan juga almarhum adalah salah satu anggota Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tamalatea," Terangnya Hariyadi di rumah duka. 

"Untuk Sementara masih menunggu keluarganya yang lain karena masih banyak saudara-saudaranya yang belum datang dan rencananya besok selasa dikebumikan, tempatnya belum diketahui kerena belum ada kepastian dari saudara-saudaranya," Tutup Hariyadi.

Penulis : Syamsir
Editor : Samsir  

  • Whatsapp

Index Berita