Sekjen Pemuda Sulteng Bersatu Minta Tangkap Pelaku Culas Pembebasan Lahan Rumah Nelayan Kelurahan Kampung Bugis.

INDONESIASATU.CO.ID:

BUOL-Kasus Pembebasan Lahan rencana pembangunan rumah nelayan kelurahaan kampung bugis kecamatan biau kabupaten buol sulawesi tengah tahun anggaran 2016 terus menjadi Sorotan Utama bagi sejumlah kalangan 

Pembebasan lahan tersebut mencuat setelah intelijen kejari buol melakukan infestigasi berdasarkan laporan masyarakat dan melakukan pemanggilan terhadap semua yang terlibat dalam pembebasan lahan tersebut yaitu panitia sembilan dimana dari hasil infestigasi pihak intelijen menemukan senjumlah kejanggalan diantaranya penetapan harga satuan permeter dari nilai objek pajak Rp 36000 ribu namun yang ditetapkan pada DPA Rp 65000 sehingga kuat dugaan terindikasi pembekakan anggaran(mark up)mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar 2 miliar(dua miliard lebih)

Menanggapi hal tersebut Sekertaris Pemuda Sulteng Bersatu Sukarno mengatakan kepada media ini pekan Lalu" kasus tersebut sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) pada saat itu dan tahun 2017 sudah di lakukan melalui TPTGRkan untuk diminta dilakukan pengembalian terhadap pihak yang terkait namun hingga berakhir tahun 2017 belum juga ada realisasi artinya kasus ini sudah jelas ada pelakunya,tentunya pihak kejaksaan tidak akan mendapat kesulitan lagi untuk menentukan siapa tersangka, olehnya saya mendukung penuh kejari buol dalam melakukan penanganan kasus ini".Menurut Sukarno kasus tersebut sudah sangat jelas.dan pihaknya sangat mendukung pihak kejaksaan dalam melakukan penangan kasus tesebut

Lebih lanjut kata Sukarno selaku putra buol"pihak kejaksaan harus lebih serius untuk melakukan penuntasan kasus ini karna ini sudah merugikan keuangan negara sudah merugikan rakyat yang jumlahnya cukup besar jika sudah ditetapkan jadi tersangaka maka segera lakukan pengkapan terhadap yang bersangkutan"tegas Sukarno(rahmat)

  • Whatsapp

Index Berita