Rembug Bupati Nganjuk bersama Pedagang Pasar Kertosono berakhir Tegang dan tidak mencapai Kesepakatan.

WARTAJATIM.COM. NGANJUK. Pasca Kebakaran Besar Pasar Kertosono Nganjuk Jawa Timur, Berbagai Upaya dilakukan Pemerintah Daerah bersama Masyarakat untuk mencari solusi agar denyut Perekonomian masyarakat di Pasar Kertosono kembali bergairah kembali. Rabu (4/10/2017) berlokasi di Lapangan kelurahan Banaran di lakukan Komunikasi dan rembug bersama ratusan Pedagang Pasar Kertosono. Rembug Dihadiri Bupati Nganjuk, Kepala Bappeda Gunawan Widagdo, Kadinsosnaker M Yasin, serta beberapa Pejabat Nganjuk dan Muspika Kertosono. Acara digelar sebagai forum bersama mencari solusi bagi Pedagang yang terdampak Kebakaran Pasar Kertosono. Dalam pertemuan yang diawali penyampaian Gunawan Widagdo selaku kepala Bappeda, menyampaikan rencana relokasi sementara pedagang pasar Kertosono ke area sebelah selatan Kantor Kelurahan Banaran dengan pembuatan bangunan secara baik untuk memberikan fasilitas bagi pedagang untuk berjualan kembali. Selain itu, direncanakan pemberian bantuan uang tunai kepada pedagang yang terdampak Kebakaran Pasar Kertosono, namun hal tersebut menunggu persetujuan dari legislatif dan melihat kemampuan keuangan Daerah. Dihari Sebelumnya, selasa (3/10/2017) telah dibahas Pemda Nganjuk bersama perwakilan pedagang terkait di Pendopo Kecamatan rencana relokasi sementara dan bantuan uang tunai 1 Juta Rupiah untuk memulai aktifitas dagang mereka.

Sekitar Pukul 11.00, Bupati Nganjuk hadir dilokasi acara dan menyampaikan beberapa hal terkait Penanganan Korban terdampak .Yang menjadi perhatian para peserta rembug, Bupati Taufiqurohman menyampaikan rencana dibangunnya Ruang Terbuka Publik Ramah Anak (RPTRA) dilokasi Kebakaran dikarenakan Lokasi Pasar yang sudah tidak memadai dan kurang layak lagi, Mengingat setiap musim hujan selalu banjir dan Kotor ditambah bangunan yang rapuh. Sedangkan Pasar Kertosono pasca musibah kebakaran akan menempati Lahan Baru milik Pemerintah Kabupaten Nganjuk di sebelah selatan Kantor Kelurahan Banaran. Selain Lokasi lebih luas dan memadai dan lokasi tersebut akan di konsep dengan penataan yang lebih baik.

Gagasan relokapasar ricuhsi Pasar dan rencana dibangunnya Ruang Publik berupa Taman Kota yang disampaikan Bupati, memicu reaksi dari para pedagang yang tidak sepakat dan dengan tegas menolaknya. Bahkan salah satu pedagang Joko Suroso sempat melontarkan kemarahan kepada bupati yang tidak mengakomodir keinginan mereka untuk tetap menghendaki Pasar Kertosono ditempat saat ini. Keributan semakin panas,setelah Bupati justru melakukan Tanya jawab dan menghiraukan Protes peserta dari sisi timur. Melihat kondisi suasana cenderung tidak kondusif, Bupati Taufiqurohman bergegas meninggalkan lokasi acara tanpa menyampaikan sepatah katapun.

Kericuhan berlanjut hingga mendekat di tengah-tengah pejabat yang hadir. Anggota DPRD Nganjuk Karyo Sulistiono dan Subagyo berusaha menenangkan situasi dan berjanji akan membawa aspirasi pedagang Pasar Kertosono disaat pembahasan bersama eksekutif tentang rencana Pembangunan Taman Kota dilokasi Pasar Kertosono yang terbakar dan Relokasi Pasar di Area Kelurahan Banaran.(Aan/kuswanto)