PLTU Punagayya Rugikan Dua Dusun dan Ratusan Hektare Lahan di Jeneponto

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO,- Sejak beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan PT. PLN Punagayya Jeneponto, terdapat dua Dusun yang ada disekitarnya diduga merugikan masyarakat.

Diketahui, dua dusun dimaksud, yaitu. Dusun Kampung Bugung Labuang dan Dusun Kawaka, Desa Punagayya, Kecamatan Bangakala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Hal itu utarakan oleh salah satu warga Juma Ali dg Sajju, kepada media Selasa (16/4/2019).

Pasalnya, sejak adanya PLN dan PLTU Punagayya yang menggunakan bahan baku dari pembakaran batu bara, dua dusun tersebut diduga dirugikan.

Ia mengaku bahwa sumber penghasilan di dua dusun tersebut hanya petani. Namun karena adanya pembakaran batu bara di PLTU sangat-sangat menggangu warga karena mengeluarkan debu hitam yang menyerang lahan-lahan mereka menjadi gagal panen.

Menurut dia, debu hitam itu bersumber dari pembakaran batu bara di PLTU. Yang berdampak ke lahan warga sekitar.

"Kami hanya petani pak, tapi itupun gagal panen gara - gara pembakaran batu bara itu yang mengeluarkan debu hitam. Ratusan hektare lahan di dua dusun ini dirugikan," lanjut dia.

"Kami bertani mulai dari tanaman padi, bawang, jagung tapi gagal, bahkan rumput laut pun mati karena pengaruh panas sejak beroperasinya PLTU," sebut dia.

Padahal sebelumnya kata mereka, biasanya hasil panen yang dicapai tiga kali dalam satu tahun selalu berhasil puluhan karung. Namun kali ini warga di dua dusun tersebut menjerit.

Selain itu, ia juga mengaku debu hitam itu masuk ke rumah - rumah warga hingga masakan nasi pun menjadi hitam.

"Paling parahnya lagi pak, kalau kita masak nasi harus ditutup dan air juga harus ditutup, karena kalau tidak ditutup pasti hitam pak, jemuran pakaian juga hitam serta orang na bikin batuk-batuk," keluh mereka.

Saat media ini konfirmasi ke pihak perusahaan PLN, PLTU Punagaya tak satupun pihak perusahaan yang bisa ditemui.

Penjaga piket koordinator Security, Rahman, mengaku tidak ada pejabat di kantor. "Mohon maaf pak, saya sudah telephone katanya tidak ada pihak manajer di kator," jelas dia menirunya.

 

Editor : Samsir
  • Whatsapp

Index Berita