Pihak Rekanan Merasa Diintervensi dan Dianak Tirikan oleh Pihak Koordinator Asrama Dalam Pengadaan Makan dan Minum

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Pengelolala pengadaan makan minum siswa keluarga tidak mampu semester ganjil dan genap tahun pelajaran 2017/2018 program peningkatan akses perluasan dan mutu pendidikan menengah untuk anak -anak SMA 3 Sumbar yang berada di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman mengeluh. 

Pasalnya, pihak pengelola dari CV Raziq Kontraktor dalam pengelolaan makan minum siswa bagi keluarga tidak mampu yang dibiayai oleh dana APBD provinsi Sumbar tahun 2018 untuk sebanyak 31 orang siswa itu selalu dianak tirikan, dan merasa tertekan oleh ketua asrama yang juga menjabat sebagai wakil Kepala sekolah di SMA 3 Sumbar tersebut.

Direktur CV Raziq Kontraktor, Ramelyadi pada media dikediamannya, Jum'at (28/09) mengatakan bahwa, saat ini perusahaannya mendapatkan kegiatan pengadaan makan minum siswa keluarga tidak mampu semester ganjil dan genap tahun pelajaran 2017/2018 program peningkatan akses perluasan dan mutu pendidikan menengah untuk anak -anak SMA 3 Sumbar yang ada di Lubuk Sikaping. Namun, dalam pengadaan makan minum pihaknya selalu dipersalahkan dan seolah-olah dicari kesalahan terutama pada saat mengantarkan makanan kepada siswa baik pagi, siang dan sore.

"Selama ini, kami selalu dipermasalahkan, baik masalah makan anak yang terlambat, kebersihan, anak yang tidak kebagian makan dan banyak hal lainnya. Pada hal, kita telah berupaya dengan sebaik mungkin untuk menjaga dan mengantarkan makanan agar tepat waktu sampai di sekolah itu," terangnya.

Dia menyebutkan bahwa, seharusnya pihak koordinator asrama tidak membedakan terhadap rekanan yang mengadakan makan dan minum di sekolah itu, baik yang melalui mandiri (dibiayai orang tua wali murid) maupun melalui APBD Sumbar ini, namun nyatanya itulah yang terjadi.

Kata Ramelyadi, sejak kami mendapatkan pengadaan makan dan minum di sekolah itu, sudah sering kali pihak sekolah melayangkan surat kepada kami, seolah-olah kita selalu salah dalam pengadaan makan tersebut.

Ramelyadi berharap, pihak sekolah tidak selalu memojokkan perusahaan kami terutama dalam pengadaan makan ini.

Irwan Sadri didampingi Deni Sukma karyawan CV Raziq Kontraktor yang bertugas mengantarkan makan minum siswa asrama juga membenarkan, bahwa mereka selalu dianak tirikan dengan pengelola makan minum yang dibiayai dengan uang dari orang tua siswa yang mampu di sekolah asrama itu.

"Sesuai aaturan, biasanya setelah makanan dan minuman diantar kesekolah, makanan itu harus ditunggu selama kurang lebih empat puluh lima menit hingga anak asrama itu selesai makan dan minum. Namun hal itu hanya berlaku bagi pihak kita saja, sementara pada pihak rekanan yang lain setelah makanan dan minum mereka antar, mereka pergi begitu saja, dan kembali setelah anak-anak selesai makan. Hal inilah yang membuat keridak adilan yang kami radakan selama ini," terangnya. 

Kami berharap, jika benar-benar ada aturan, tolong aturan itu sama-sama ditegakkan, dan jangan ada pilih kasih dalam hal ini. 

Sementara itu, Koordinator Asrama SMA 3 Sumbar yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala di sekolah, Alfian membantah, bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi dan mempermasalahkan secara sebelah pihak terkait kegiatan makan minum yang diantarkan pihak CV Razik Kontraktor.

"Saya nocomen saja, sebenarnya pihak rekanan tahu apa permasalahannya yang sebenarnha, dan berharap pihak rekanan dapat memperbaiki kelemahannya selama ini, dan ikuti saja syarat-syarat yang ditentukan sekolah," ujarnya.

Menurutnya, kami dari pihak sekolah tidak ada niat sedikpun untuk mencari kesalahan. Intinya, surat yang kami kirimkan kepada kedua rekanan itu bertujuan agar rekanan lebih tertib dan disiplin dalam menyediakan makanan untuk anak asrama di sekolah ini.

"Wajar saja kami mengawasi pihak rekanan yang mengadakan makan dan minum.yang dikelola melalui dana mandiri (orang tua wali murid) dan pihak CV Raziq, karena kegitan itu menyangkut dengan keuangan, dan kepuasan bagi anak-anak asrama nantinya," ucapnya. 

Menurutnya, kami selaku Koordinator asrama, tentu saja menjadi tumpuan bagi anak asrama, apalagi terkait adanya keluhan dari anak-anak asrama.

Kata Alfian lagi, intinya pihak sekolah hanya berkeinginan agar pengadaan makan dan minum bagi anak-anak asrama yang dikelola oleh pihak rekanan, baik yang melalui dana mandiri (iuran orang tua) naupun di danai APBD provinsi, sesuai ketentuan dalam program makan dan minum di sekokah ini. ()

  • Whatsapp

Index Berita