Pemilih DPK Gejakan Tuding Kinerja PPS Asal-Asalan

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Daftar Pemilih Khusus (DPK) di Kecamatan Loceret Nganjuk soroti kinerja Panitia Pemunggutan Suara (PPS) tingkat Desa Gejakan mendadak heboh. Seorang pemilih menilai kinerja petugas PPS tidak maksimal

"Harusnya PPS sendiri melakukan sosialisasi kepada Pemilih di daerahnya terhadap warga yang tercatat di DPK, tapi ternyata tidak pernah ada sosialisasi, dan tidak ada pemberitahuan, memang seharusnya warga yang selalu Pro aktif, namun karena kesibukan, warga tidak banyak yang mengerti," terang sujito

Lanjut Sujito, dari ketidaktahuan itu warga menganggapnya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), sehingga warga tersebut menunggu kartu panggilan C6, padahal mereka masuk DPK, dan tidak akan menerima C6, mereka hanya diperbolehkan mencoblos atau menggunakan hak pilihnya di atas jam 12.00 WIB itupun jika kartu suara masih ada. sehingga terkesan kerja PPS asal-asalan," ujar Sujito pemilih salah satu warga yang tercatat sebagai daftar pemilih khusus di Desa Gejakan.

Informasi yang digali dilapangan, Dalam hal sosialisasi juga PPS Desa Gejakan tidak membuat jadwal atau membuat agenda sosialisasi, hanya   sosialisasi dengan  menumpang pada acara warga pada kegiatan tertentu, misalnya pertemuan PKK, pengajian ibu-ibu di sini jelas warga itu tidak hanya ibu-ibu.

" Nahh...Dengan kejadian itu otomatis warga yang terdaftar di DPK banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya," tambah sujito

Dengan dana pemilu yang begitu besar, dimana HR PPS juga besar, mesti nya kerja dari PPS desa gejakan profesional, dan jangan Arogan, atas temuan ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan Bawaslu dan KPU setempat

"Kami cuma minta trasparansi PPS selama ini yang saya ketahui tidak pernah ada sosialisasi dan akan kami laporkan," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua PPS Desa Gejakan Titik mengaku sudah melalui prosedur dalam tahapan-tahapan yang sesuai dengan tupoksinya.

"Saya pasti tau siapa dimaksud mas nya...pasti orangnya orang pintar dan tidak masalah yang jelas saya tidak ada kepentingan dalam hal ini," ungkapnya. saat ditemui memorandum di balai desa gejakan. (kang)

  • Whatsapp

Index Berita