Negeri Bonjol Tanpa Bayangan Memiliki Fenomena Alam Titik Kulminasi Garis Lintang Nol Derajat

 

WARTA SUMBAR.COM,: PASAMAN,---Daerah di Indonesia dilalui Garis Khatulistiwa atau Garis Horizontal yang membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Nah, salah satu daerah yang dilalui garis khatulistiwa ini adalah Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman. Maka dari itu, di sini dibangun Monumen Equator atau Tugu Khatulistiwa dengan tulisan " You Are Crossing The Equator ". Garis lintang 0° (Nol derajat) .

Monumennya berbentuk bola dunia atau globe dengan ukuran yang relatif besar. Disaat pengunjung berada kawasan Monumen Equator, pengunjung bisa mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa telah sampai di garis khatulistiwa Indonesia yang berada di bonjol kabupaten Pasaman ini.

Saat yang tepat untuk berwisata ke Bonjol kabupaten Pasaman adalah ketika matahari benar-benar berada di titik nol derajat. Titik kulminasi ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 21-23 Maret dan 21-23 September tepat pada pukul 12.00 WIB, akan mendapati bayang-bayang tubuh hilang dari permukaan tanah alias bayangan tubuh sejajar dengan badan, Dengan cuaca yang lumayan panas dengan suhu tropis, menjadikan Bonjol banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Peristiwa tahunan yang biasa disebut dengan Equinox, dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa akan terjadi di seluruh Indonesia, termasuk Bonjol Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Peristiwa ini akan menyebabkan naiknya suhu udara hingga mencapai 30 derajat Celsius. Meskipun ini peristiwa tahunan namun masyarakat Pasaman khususnya masyarakat bonjol tetap waspada dengan mengurangi aktifitas diluar ruangan.

Rahmat Triyono,ST,Dipl,Seis,M.Sc Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Padang Panjang  menyatakan, “Fenomena Equinox merupakan fenomena yang biasa terjadi, dalam setahun dua kali terjadi  dimana posisi matahari tepat di garis equator atau khatulistiwa.

Ia juga menambahkan agar masyarakat jangan  jadikan fenomena ini sebagai suatu hal yang luar biasa, agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan, lebih baiknya mengurangi aktifitas di luar ruangan.

“Yang harus di waspadai curah hujan men8ngka, penguapan banyak, terjadi cuaca ekstrim. Fenomena ini jangan dijadikan sebagai sesuatu hal yang luar biasa, karena terkait dengan cuaca pasti akan  memiliki dampak”, jelasnya.(Anto)