Lima Ponpes Dukung Jokowi Dua Periode

INDONESIASATU.CO.ID:

Lima Keluarga Besar Santri dan Pondok Pesantren yang berada di Kota Sukabumi, nyatakan dukungan kepada Joko Widodo untuk kembali memimpin negeri ini untuk kali kedua. Mereka menilai, Joko Widodo sosok pemimpin yang mampu membawa dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang “baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur”

Pernyataan dukungan itu dibacakan melalui Deklarasi Sukabumi pada acara Ceramah Keagamaan dan Muzakarah dengan tema “Mengawal Demkorasi, Memilih Pemimpin Berkualitas” yang berlangsung di Pesantren Assakinah, Kampung Tanjakan Asem, Balandongan, Baros, Kota Sukabumi, Kamis (24/5).

Ketua Panitia acara, K.H. M. Ismatullah Fauzi yang juga Sekretaris Umum Majelis Khotmil Qur’an Sukabumi dan pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahussa’adah Cigunung, menerangkan kegiatan ini akan diisi pemateri K.H. Athoillah Khoiron dari Pondok Pesantren Al-Munawwariyah.

“Dan akan ada pembacaan Deklarasi Sukabumi menyatakan dukungan terhadap Pak Joko Widodo untuk kembali memimpin negeri ini kali kedua. Acara ini juga akan dihadiri sejumlah ulama seperti K.H Athoillah Khoiron, KH Anas Syakirullah pengasuh Pinpes Assakinah, K.H Arruyani pengasuh Ponpes Tarbiyatil Akhlak, dan K.H Iyus Yusuf pengasuh Ponpes Al-Amin.,” terang K.H. Ismatillah Fauzi.

Adapun kelima keluarga besar santri dan pesantren itu, kata dia, terdiri dari keluarga besar Santri dan Pesantren Assakinah (Baros), Pesantren Tarbiyatul Akhlak (Citamiang), Al-Amin (Cibeurum), Miftahussa’adah (Cigunung) dan Pesantren Almunawwariyah.

Dukungan dalam bentuk Deklarasi Sukabumi itu,, dibacakan oleh PemimpinAl-Amin K.H Iyus Yusuf. Adapun isi Deklarasi Sukabumi di dalam kehidupan demokrasi yang sedang dibangun saat ini, Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang bukan saja dapat tampil berdiri diatas semua golongan, namun juga harus peka dengan aspirasi dan kehendak rakyat.

“Disamping memiliki sifat utama yakni sidiq, amanah, fathonah dan tabligh,” ujar K.H. Iyus Yusuf.

Dengan semakin beragam dan kompleksnya  permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia kedepan, indonesia haruslah dipimpin oleh sosok yang mengerti dan mampu bermain di kancah politik nasional maupun internasional dengan visi dan misi yang kuat.

 “Serta menjadikan landasan kehidupan bernegara kita, yaitu pancasila, bhinneka tunggal ika, NKRI dan UUD 1945 menjadi konsep landasan kehidupan bernegara yang rahmatan lil’alamien, yang mampu menentramkan dan menyejukan semua pihak dan golongan,” serunya.

Dari itu, imbuh dia, pihaknya mengajak masyarakat agar tidak salah dan gegabah dalam memilih pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan dan kepemimpinan nasional. “Sosok pemimpin yang terpilih haruslah sosok yang mampu membawa dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang ‘baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur’. Yaitu negeri yang baik, aman, tenteram dan dilingkupi ampunan Allah SWT,” jelasnya.

Sebagai manusia biasa, ungkap dia, Presiden Joko Widodo, bukanlah manusia yang terbebas dari kekurangan dan luput dari salah maupun khilaf. “namun sampai sejauh ini, Pak Jokowi lah sosok yang paling pantas dan paling mampu membawa negara ini untuk segera hijrah dari praktek kehidupan politik yang kotor, ekonomi yang menyengsarakan dan budaya yang meruntuhkan menuju kehidupan politik yang mencerdaskan, ekonomi yang mengsejahterakan serta budaya yang memajukan,” ungkapnya

Ia menegaskan  keluarga besar santri dan pesantren sepakat mendukung Joko Widodo untuk terus melanjutkan kepemimpinan nasional sampai dua periode. “Harapan kami, dibawah kepemimpinan  Jokowi Pancasila semoga dapat menjadi kata kerja, bukan hanya sekedar kata-kata.” harapnya. (Rmsam)

Index Berita