Lawan Paham Radikalisme dan Terorisme Masuk Kampus, Polres Jombang Adakan FGD

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Jajaran Polres Jombang, Jawa Timur melaksanakan Focus Group Discussion untuk mencegah kelompok radikal bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Graha Bhakti Bhayangkara, Kamis (24/05/2018) sore.

"Focus Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan untuk mencegah kelompok atau organisasi radikal, dan anti Pancasila di kampus yang ada di Jombang. Acaranya kerjasama antara Polri, HMI dan KSTV," kata Kapolres Jombang, AKBP Fadil Widiyanto.

Menurut dia, kegiatan ini dilaksanakan mengingat bahaya radikalisme dan terorisme bisa masuk dimana saja. Terutama generasi muda yang sedang semangat-semangatnya dan idealis.  Mahasiswa menjadi salah satu sasaran empuk kelompok-kelompok tertentu yang bertolak belakang dengan ideologi NKRI untuk dijadikan kader. Hal dikarenakan pemuda lebih muda diajak dan dipengaruhi.

Oleh karenanya, lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam melakukan pencegahan terjadinya radikalisme di kampus.

"Solusi menangkal Faham radikalisme di kampus yaitu menciptakan lingkungan yang baik bagi mahasiswa dan tidak merasa benar sendiri. Selain itu, kemauan untuk belajar ilmu yang umum bukan hanya pada satu fak ilmu saja dan menumbuhkan rasa ukhwah islamiah demi terwujud negara yang aman. Terpenting mahasiswa harus mau tanggap atas lingkungan sekitarnya dan melaporkan bila ada dosen atau mahasiswa yang merongrong NKRI"ujarnya.

Untuk narasumber dalam kegiatan ini, ikut hadir serta Ketua HMI Jombang Mundzir, KH Isrofil Amar, KH Zaimudin As'ad, perwakilan gereja dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Dengan materi mencegah paham-paham radikalisme dan terorisme dikalangan kampus Jombang.

Sedangkan ketua HMI Jombang, Mundzir memberikan pandangan perwakilan generasi muda tentang terorisme dan radikalisme. Menurutnya, paham seperti yang diajarkan teroris bisa menghinggapi semua orang tak terkecuali mahasiswa dan polisi.

"Mahasiswa harus banyak baca buku dan diskusi agar ilmunya terus berkembang. Dan siap berhadapan pada hal baru," kata Mundzir.

Mundzir juga menyampaikan pentingnya sikap kehati-hatian dan tidak mudah terpengaruh dalam menyikapi teror. "Generasi muda sekarang itu kagetan, kadang ada foto korban bom langsung di share di medsos padahal itu menguntungkan para teroris. Kadang ada kabar hoax tentang teror atau perusak ideologi negara langsung di share saja padahal hanya baca judul tulisan," bebernya.

 Acara FGD ini dilanjutkan dengan doa bersama dan menyanyikan lagu berjudul darah juang untuk membangkitkan semangat para generasi muda. Pada tahap selanjutnya, semua peserta FGD diajak buka bareng dan jamaah solat magrib di masjid milik Polres Jombang.

"Acara seperti ini harus sering digelar, agar  generasi muda tidak menghabiskan waktu untuk hal negatif," pungkas Mundzir.(lid/die/Kla)

Index Berita