Kesal Tidak Dianggap Menantu, Pria Lamongan Rencakan Bunuh Mertuanya

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Kesal karena tidak dianggap sebagai menantu, seorang pria asal Lamongan merencanakan pembunuhan kepada mertuanya di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Pelaku mengajak saudaranya yang masih remaja dalam memuluskan rencananya.

Pelaku bernama Agus Sulistiono (32) dan JA (17), warga Desa/Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Agus dan JA adalah paman dan keponakan.

“Aksi nekad itu bermula ketika Agus tersinggung karena tidak pernah dianggap sebagai menantu oleh mertuanya bernama Sitra. Hingga pada suatu hari pelaku pulang ke rumahnya di Ngimbang, Lamongan dan saat itu ia bertemu dengan JA yang tak lain masih keponakannya sendiri. Lalu mereka berdua merencanakan membunuh Sitra,” jelas Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyobudi, Minggu (8/7/2018).

Kedua pelaku ini mendiskusikan rencana jahat mereka dengan terlebih dahulu mencari referensi di dunia maya. Dari internet, paman dan keponakan ini menemukan cara menghabisi Sitra dengan cara menyuntikkan racun serangga.

“Masing-masing pelaku punya peran masing-masing dalam tindakan nekad tersebut. Agus bertugas membekap korban dengan menggunakan bantal. Sedang JA bertugas menyuntikkan leher korban. Dua alat suntik yang dibawa JA sudah diisi racun serangga. Akan tetapi, paman dan keponakan ini gagal menjalankan skenario,” beber Gatot.

Karena korban berontak dan berteriak minta tolong. Kontan saja, Agus dan JA lari tunggang langgang. Mereka menghilang di gelap malam. Tapi pelarian itu tadi tidak berlangsung lama, sebab mereka akhirnya ditangkap warga

"Keduanya sudah kita tangkap. Saat ini kita jebloskan dalam tahanan," ujarnya 

Selanjutnya, kedua tersangka dan barang bukti diserahkan kepada polisi. Korps berseragam coklat juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, 2 alat injeksi berisi insektisida, bantal, sebuah kain hitam, 1 pak tisu, botol racun, 2 lembar tisu dengan lumuran racun, pakaian tersangka, serta satu unit sepeda motor Suzuki Smash S 4311 QE.

"Kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHP, tentang percobaan pembunuhan berencana Jo pasal 53 KUHP. Dengan anacaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tandas Gatot.(Syarif Abdurrahman /kla) 

Index Berita