Istano Basa Pagaruyung, Destinasi Wisata Sejarah Andalan Tanah Datar

INDONESIASATU.CO.ID:

TANAH DATAR - Memasuki masa liburan akhir tahun, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar meningkat drastis. Wilma Prima Yuniza, pemandu wisata senior yang ada di Istano Basa Pagaruyung menjelaskan, pengunjung domestik rata-rata didominasi dari Riau, Jambi, Sumatera Utara, Aceh. Ada pula yang dari Bengkulu dan Sumatera Selatan. Sementara kalau yg dari mancanegara masih di dominasi Malaysia. Ada juga yang dari Jerman, USA, belanda, Perancis dan Swiss.

"Daya tarik utama dari Istano Basa Pagaruyung ini terletak pada arsitekturnya yang unik dan khas, yang dihiasi oleh ukiran-ukiran yang rumit hingga semakin menarik. Selain itu, para pengunjung dapat menikmati keindahan alam,cuacanya yang sejuk, penyewaan pakaian adat dan layanan informasi sejarah dan budaya Minangkabau dari pemandu wisata. Bagi mereka yang ingin keliling Istano juga disediakan alat transportasi tradisional. "ujar Wilma, 23/12 di lokasi wisata. 

Lebih lanjut, namun masih ada wisatawan yang masih mengeluhkan soal tidak adanya mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ataupun Money Changer di sekitar lingkungan istana, katanya. 

"Sepertinya promosi masih perlu ditingkatkan lagi, karena bagi kami yg dari Malaysia, ini merupakan tujuan atau hot spot kami ke Istano ini. Ada semacam bentuk persamaan adat dan budaya yang bisa kita pelajari disini. Kemudian, fasilitas yang perlu diperhatikan, toiletnya, kebersihannya dan ruangannya. Masih perlu pembenahan. Kami berharap agar lebih di explorer lagi kedepannya. " kata Hamami Yusuf, Wartawan dari RTM Malaysia. 

Edi Susanto, Kepala Dinas Parpora Kab. Tanah Datar ketika dihubungi via Handphonenya mengatakan,semua mekanismenya sedang kita persiapkan. "Untuk tahun 2018,kita mulai benahi penampilan seluruh petugas mulai dari pakaian termasuk pengunjung. Yang naik ke rumah gadang (Istano Basa Pagarurung. Red) wajib pakai sarung/selendang batik tanah liek. Untuk itu, harus kita sosialisaikan terlebih dahulu, uji coba baru kita terapkan. Sedangkan untuk toilet, memang kita menyadari belum representatif dan perlu perbaikan, sementara untuk ATM, Insyaallah  tahun 2018 Bank Nagari dan Bank BRI siap membantu memasang mesin ATM disini, dan untuk Money Changer akan kita tawarkan ke pihak ketiga untuk membukanya, lalu terakhir masalah buku panduan sejarah Istano Basa Pagaruyuang emang belum ada selama ini, kita baru mengandalkan guide yang ada dan terbatas. Nanti kita carikan solusinya, " pungkas Edi Susanto. (Dwi) 

  • Whatsapp

Index Berita