Gorontalo Karnaval Karawo, Majukan Pariwisata Dan UMKM

Wartagorontalo.com : gorontalo - Pemerintah Propinsi Gorontalo bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, kembali menggelar event pariwisata tahunan Karnaval Karawo Sabtu (25/11) dengan tema " Mendukung Pariwisata Dunia ". Pembukaan berlangsung di depan komplek Rumah Dinas Gubernur dan diakhiri di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Ajang  promosi pariwisata dan produk UMKM berupa sulaman khas gorontalo yang disebut karawo ini, sempat tertunda hingga 2,5 jam dari jadwal dikarenakan hujan mengguyur kota Gorontalo. Peserta karnaval diikuti oleh 41 kontingen dari instansi pemerintah, perbankan dan swasta, serta peserta dari daerah tetangga se-Sulawesi. Dalam sambutan Kaper BI Gorontalo, Suryono, menyampaikan bahwa sulaman karawo sudah pernah ditampilkan di ajang Couture New York Fashion Week, Amerika Serikat, dan berharap promosi ini dapat memajukan pariwisata dan UMKM pengrajin sulaman khas gorontalo. Acara dibuka Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, dalam sambutannya memastikan bahwa pemerintah propinsi sangat memperhatikan pengembangan kain sulaman khas Gorontalo tersebut.  Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 mendatang, Pemprov telah menganggarkan untuk pelatihan pengrajin, pengadaan peralatan dan pengembangan sentra-sentra kerajinan karawo. " Saya dapat laporan dari ketua dekranasda, banyak pengrajin karawo yang kehabisan bahan dan pada event tertentu kewalahan memenuhi orderan. Karawo semakin hari semakin bagus desainnya, bahan dan harga pun semakin membaik." ujar Rusli Habibie.

Masyarakat sangat antusias menunggu penampilan para kontestan Karnaval Karawo tersebut. Di sepanjang jalan Nani Wartabone tersedia beberapa tenda untuk para pengunjung. Pengunjung sempat khawatir acara batal karena dari siang kota Gorontalo diguyur hujan, namun ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menyaksikan acara yang digelar setahun sekali tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Gorontalo, Nancy Lahay, dalam laporan menyampaikan bahwa Karnaval Karawo ini merupakan tahun ke- 7, dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi.

Dalam wawancara singkat dengan salah satu undangan, Kakanwil Ditjen. Perbendaharaan Propinsi Gorontalo, Ismed Saputra, menyatakan acara Karnaval Karawo ini adalah event yang sangat bagus sekali dalam mempromosikan pariwisata dan juga pengembangan produk UMKM sulaman khas Propinsi Gorontalo. Berdasarkan hasil Kajian Fiskal Regional (KFR) Kanwil DJPb pada tahun 2016, seperti diketahui rekomendasi kajian fiskal regional adalah bagaimana mengarahkan pengelolaan APBN dan APBD untuk meningkatkan pendapatan daerah serta memperbaiki kualitas belanja pemerintah di Propinsi Gorontalo sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan membuka lapangan pekerjaan. " Pada KFR 2016 semester pertama,  kami merekomendasikan sektor pariwisata adalah salah satu yang perlu dikembangkan selain sektor unggulan pertanian. Mengingat kondisi geografis dari Gorontalo yang merupakan daerah transit bagi wisatawan yang menuju Togean (Teluk Tomini, Sulteng) dan bersebelahan dengan Manado (Sulut) yang merupakan destinasi yang sudah lama terkenal dan memiliki penerbangan langsung ke luar negeri, harus dikelola kerjasama yang baik dalam pengelolaan paket wisata yang menarik. Wisata budaya dan bahari Gorontalo punya potensi luar biasa, ini yang harus diarahkan alokasi APBN dan APBD untuk menunjang belanja di sektor pariwisata khususnya infrastruktur dan sarana prasarana di tempat wisata, seperti dermaga buat diving dan snorkeling sehingga wisatawan tidak merusak terumbu karang dan bagi wisatawan yang tidak suka menyelam ada pilihan lain dengan adanya tempat bersantai menikmati laut," ujarnya. Peran pemerintah pusat mendukung pengembangan UMKM berdasarkan data penyaluran KUR tahun 2017 untuk sektor pedagang dan eceran jumlah debitur mendominasi 60,50% dari total debitur KUR di Gorontalo yang berjumlah 21.029. " UMKM pengrajin karawo terdapat di dalam sektor pedagang dan eceran tersebut," tandasnya.