Edarkan Pil Setan, Pria Jombang Dibekuk Polisi

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Kepolisian di Mapolsek Plandaan, Polres Jombang menggagalkan peredaran dobel L atau pil koplo. Seorang pengedar, ASH warga Desa Kauman Kecamatan Peterongan Jombang dibekuk. Dari interogasi, pil koplo itu dijual paket hemat 10 butir.

Penangkapan ASH dilakukan Jumat (15/2/2019) siang pukul 11.00 WIB. Awalnya, masyarakat dibuat resah dengan maraknya peredaran pil koplo. Polisi pun bergegas melakukan penyelidikan.

"Penyelidikan mengarah ke kawasan jalan raya Desa Karangmojo Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang," kata Kapolsek Plandaan AKP Akwan jum'at (15/2/2019) 

Pengawasan dilakukan kepada sebuah rumah yang dihuni ASH, seorang pria pengangguran, yang diduga juga menjadi tempat jual beli pil koplo.

"Kita lakukan penggerebekan di dalam rumah itu sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Akwan

"Pelaku ASH yang kita curigai sebagai pengedar, sedang duduk di lantai saat itu. Kami lakukan penggeledahan di rumahnya, kita temukan kantong plastik di dalam lemari pakaiannya," tambah Akwan

"Begitu kami buka, berisikan dobel L. Semuanya ada 5 butir dobel L, dan juga ada uang tunai Rp 10.000 ribu dan telepon selular yang kami amankan sebagai barang bukti," ungkap Akwan

ASH beserta barang bukti, digelandang ke Mapolsek Plandaan. Saat diinterogasi, ASH mengakui barang bukti yang disita itu adalah miliknya, yang akan dia jual kepada pelanggannya.

Informasi yang dihimpun wartajatim.co.id, Pengedar pil koplo
Dalam catatan polisi, ASH bukan pemain baru. "Jadi mengedarkan pil koplo itu sudah jadi mata pencahariannya karena dia sendiri tidak bekerja," ungkap Akwan lagi.

Sementara pengakuannya dijual ke  masyarakat sekitar. Untuk menyasar kalangan pelajar, masih kami selidiki, meski memang kami mendengar indivasi itu. Jadi, dengan penggunaan pil koplo ini, sangat mungkin berikutnya menggunakan narkoba," demikian Akwan

ASH kembali meringkuk di sel penjara. Penyidik menjeratnya dengan pasal 97 junto pasal 106 ayat 1 subsider pasal 196 junto pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 dari Undang-undang  36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.(die/jie/kla) 

  • Whatsapp

Index Berita