Disdik Blitar Kecolongan, Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jogoboyo Lengkong

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Kasus dugaan pemalsuan ijazah Paket B Jogoboyo Desa Ngepung Kecamatan Lengkong harus mengubur jauh-jauh impiannya menjadi perangkat desa. Pasalnya, ia diketahui dugaan membuat ijazah palsu paket B.

Hal tersebut bermula ketika Supriono mendaftarkan dirinya sebagai calon perangkat Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Setelah melengkapi administrasi, ia kemudian menyerahkan dokumen pendaftaran kepada panitia.

Setelah diperiksa, pelapor Heri Purnomo merasa janggal dengan dokumen yang dimiliki Supriono. Ada keanehan dari Ijazah paket B yang ia miliki. Heri meragukan keaslian ijazah yang dimilikinya.

"Saat dilakukan penelitian berkas di croscek tempat pengeluaran ijazah di Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, pada hari Jumat 19 Maret 2019 Pimpinan Ponpes Mambaul Hikam Blitar meragukan legalitas Ijasah Paket B dari supriono," kata KH Duhri

Informasi yang digali di lapangan, Heri purnomo sudah melaporkan hal tersebut ke Polres Nganjuk. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan sama sekali Setelah melakukan penyelidikan, bahwa ia memang melakukan pemalsuan ijazah paket B yang ia miliki.

Belum sampai disitu, heri melakukan penelusuran juga mencari keterangan dimana ia membuat ijazah palsu tersebut. 

"Saya sudah mendengar langsung dari kepala PKBM Blitar Mat Zaeni peserta ujian kejar paket B tahun 2006 berjumlah 111 itupun berjumlah 339 sedangkan ijazah atas nama supriono dengan no induk 336 untuk membuatkan ijazah kejar paket B tidak lulus apalagi kami tidak menerima peserta reguler apalagi luar kabupaten," lanjutnya ketika di croscek di kabupaten blitar

Sementara Camat Lengkong Haris Sudjatmiko dihubungi via selular membenarkan adanya kasus yang menimpa jogoboyo Desa Ngepung Kecamatan Lengkong, pihaknya mendukung pihak berwajib untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Kami sangat menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah...kalau memang dari pihak kepolisian bisa membuktikan adanya dugaan pemalsuan ijazah saya pribadi mendukung, kami tunggu hasil selanjutnya,"papar mantan Camat Sukomoro kepada wartajatim.co.id

Disinggung adanya lambanya proses ini, Haris menampik bahwa itu bukan kewenanganya dan dia pasrahkan kepada pihak kepolisian.

"...Mas tolong jangan dibesar-besarkan, biarlah masalah ini secepatnya di selesaikan, dan bisa menjadi pembelajaran yang lainnya agar tidak main-main sama hukum,"tuturnya dengan berkaca-kaca.

Sampai berita ini diturunkan kasus dugaan pemalsuan ijazah palsu yang dilakukan Oknum Jogoboyo Desa Ngepung Kecamatan Lengkong Supriono masih menjadi pertanyaan masyarakat sekitar. (Wid/kla)

  • Whatsapp

Index Berita