Diduga Palsu, Asal Usul Surat Keterangan Kayu Berkiliaran di Kweden River Park

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Status kayu yang sempat tertumpuk di lokasi wisata River Park Dusun Pandan Sili, Desa Kweden, Kecamatan Ngetos masih jadi sorotan. Sempat ada sanggahan dari pihak Perhutani KPH Nganjuk, kayu bukan miliknya. Namun warga yang pernah menjabat sebagai perangkat Desa angkat suara. 

Mantan Kepala Desa Kweden, Mahfud mengatakan tumpukan kayu di area objek wisata merupakan kayu baru. Tidak benar jika asal kayu dari hutan tanah rakyat atau dari tanah pemajekan. Benarnya, kayu-kayu tersebut dari hutan wilayah Perhutani, kayu negara. 

"Ada bukaan hutan, petak 179, ada dua blok tidak hanya disitu," kata Mahfud kepada Wartajatim.co.i, Senin (10/6/2019).

Kalau diakui oleh Kades Kweden baru, Ikhsan jika kayu dari tanah pemajekan pak Makruf. Setahunya pada tahun ini (2019, red) pak Makruf tidak menebang kayu. Penebangan kayu terjadi satu tahun lalu (2018,red) dan kepala Desa lama yang mengeluarkan surat. Dengan tujuan membawa kayi ke Madiun untuk bahan membangun rumah anak pak Makruf. 

"Indikasinya menutup-nutupi atau mengelabuhi pak Adm (Perhutani, red)," lanjutnya. 

Sebelumnya diberitakan memorandum, 27 Mei 2019 Perhutani KPH Nganjuk Buka Suara, Tumpukan Kayu Jati Di River Park Kweden Bukan Miliknya

"Berdasarkan cek di lapangan kemarin dan pencermatan dokumen-dokumen itu bukan dari kawasan hutan pak," Kata Kepala ADM KPH Nganjuk, Bambang kepada memorandum, Jumat (24/5/2019).

Menurut Bambang, sudah dilakukan cek dokumen kayu-kayu tersebut ada termasuk untuk persil lokasi penebangannya. Dokumen diterbitkan oleh Kades Ikhsan dan dapat dipertanyakan kepada yang berada sangkutan. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik kayu tidak ada tanda-tanda seperti nomor klem, ring batas, tunjuk tolet, dan lain-lain. Pola pemotongan dan teknik pembagian batang berbeda dengan pola yang dilakukan perhutani. 

"Teknis pengukuran atau ukuran kayu (interval diameter) juga berbeda. Untuk detailnya sebagaimana disampaikan kemarin oleh Pabin dan Danru," urai Bambang. 

Sebelumnya, sebanyak puluhan kayu jati sudah dalam potongan rapi ditemukan di lokasi wisata River Park Dusun Pandan Sili, Desa Kweden, Kecamatan Ngetos. Dalam laporan Administrasi KPH Nganjuk jumlah batang kayu diduga dari kawasan hutan yang berada di lokasi hanya sebanyak 15 batang. Padahal setelah dilakukan peninjauan lapangan, jumlah batang kayu ada sekitar 60 batang dan sudah berada di lokasi sejak lama. 

Wandi (59) tahun warga Desa Kweden mengatakan sepengetahua dia kayu akan dibuat untuk tempat wisata. Memperbaiki sejumlah rumah singgah wisata. Mengenai apakah kayu jati dari kawasan hutan atau tidak dirinya kurang tahu. 

"Sampun dangu gean, damel ngrehap, ( Sudah lama, buat merehab, red)," kata Wandi kepada memorandum, Selasa (21/5/2019).

Menurut Wandi keberadaan kayu jati tertumpuk di lokasi wisata dikoordinir oleh Kepala Desa Kweden. Dirinya meminta kepada memorandum untuk menanyakan langsung kepada Kepala Desa.

Melalui sambungan telephone, Kades Kweden Ikhsan mengatakan keberadaan kayu jati di lokasi wisata berasal dari Hutan Rakyat. Puluhan kayu tersebut rencananya akan digunakan untuk melakukan perbaikan tempat wisata. 

"Ada 66 potong," kata Ikhsan sembari mengatakan belum bisa menjumpai wartawan karena masih ada acara di Kecamatan. 

Sebelumnya, ada laporan dari warga masuk ke redaksi jika ada sejumlah tumpukan kayu jati dengan potongan rapi tertumpuk di sejumlah lokasi Desa. Salah satunya di tempat Wisata River Park Desa Kweden, selain di rumah tiga orang warga. Kayu-kayu diduga hasil curian diangkut menggunakan dua truck. Berdasarkan laporan oknum Mantri KPH Nganjuk tumpukan kayu hanya 15 batang dan dibeli dari jati tanaman masyarakat. 

Padahal dilapangan, di satu titik saja ada puluhan potong batang kayu jati. 

Sejauh ini belum ada penjelasan pasti dari pihak KPH Nganjuk maupun pihak berwajib terkait kayu-kayu jati tersebut. Kuat dugaan, kayu tersebut adalah hasil curian dari kawasan hutan. (Tim)

  • Whatsapp

Index Berita