Batanghari River Festival Membangkitkan “Batang Terendam” Kepariwisataan Jambi

WARTAJAMBI.COM: JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata-nya terus berupaya mempromosikan potensi kepariwisataan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dengan menggelar kegiatan tahunan. Salah satunya, di pengujung tahun 2017, adalah Batanghari River Festival atau (Festival Sungai Batanghari) yang digelar lebih meriah dan spektakuler dibanding acara serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Dipusatkan di tepian Sungai Batanghari dalam kawasan wisata Tanggo Rajo, di jantung Kota Jambi, Festival Sungai Batanghari mendapat perhatian antusias dari ribuan warga, termasuk kalangan wisatawan yang tengah berada di Kota Jambi. Kepuasan warga diawali dari beragam pertunjukkan seni-budaya dan pementasan kostum unik dari berbagai daerah pada acara pembukaan Batanghari River Festival 2017, Rabu siang (22/11).

Sejumlah model cantik dan model cilik saat itu berlenggang-lenggok mengenakan busana unik yang diornameni kembang-kembang yang tumbuh di Bumi Jambi. Puncak kepuasan warga pada pembukaan dipuncaki dengan acara Makan Berawang (makan bersama) yang merupakan kegiatan tradisional dari Kabupaten tebo. Tidak sampai di situ, pada acara lanjutan Rabu malam, ribuan warga dan wisatawan dibuat terpesona dengan atraksi pelepasan ribuan lampion dan permainan sinar laser di langit di atas permukaan Sungai Batanghari di sekitar Jembatan Pedesterian gentala Arashy.

“Setahu saya, pertunjukan beginian untuk pertamakalinya kami lihat. Luar biasa!” ujar Nurhasanah, warga Kota Jambi. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi, Ujang Hariyadi, Batanghari River Festival tahun 2017 memang sengaja digarap lebih meriah untuk menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Atraksi siluet sinar laser, pelepasan ribuan lampu lampion memang untuk pertama kali dilakukan dari iven Batanghari River Festival. Begitu juga atraksi seni-budaya khas Jambi lebih banyak kita suguhkan, melibatkan khasanah seni-budaya dan kearifan lokal dari seluruh pelosok Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” ungkap Ujang.

Dikatakan Ujang, Batanghari River Festival 2017 yang sudah masuk dalam kalender pariwisata nasional dan digadang-digadang akan diperjuankan terus menjadi salah satu ikon wisata tanah air. Selain padat atraksi seni-budaya khas Jambi, Festival Sungai Batanghari 2017 juga menggelar berbagai lomba, antara lain lomba tari, lagu, musik dan puisi, karnaval busana kreasi batik dari para desainer Jambi, permainan biola cilik Geisha, demo kopi khas Jambi dari 16 pelaku usaha kopi se- Provinsi Jambi, dan pemilihan putra-putri Sapta Pesona.

Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli menyebutkan Batanghari River Festival yang mendapat sambutan antusias masyarakat diharapkan mampu mendorong kemajuan dunia kepariwisataan Provinsi Jambi. Zola menjelaskan, Festival Sungai Batanghari sangat memungkinkan untuk dijadikan event wisata nasional karena memiliki akar sejarah yang sangat kuat.

Sejarah menunjukkan, selain berperan penting bagi kehidupan masyarakat, Sungai Batanghari juga memiliki andil besar dalam perkembangan kejayaan Kerajaan Melayu, Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Dhamasraya di Sumatera Barat. Sungai Bataghari juga dikenal dulunya sebagai pusat jalur perdagangan kuno, dan di dasar Sungai Batanghari menyimpan harta karun dari masa lampau.

"Sungai Batanghari merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sebanyak tiga puluh persen berada di wilayah Sumatera Barat dan selebihnya di wilayah Provinsi Jambi. Apa yang sudah tersedia di sungai ini merupakan salah satu ikon kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi. Sebagai salah satu ikon, Pemerintah Provinsi Jambi terus melakukan promosi, salah satunya melalui Festival Sungai Batanghari ini," jelas Zola.

Menurut Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kebudayaan, Taufik Rahzen menyatakan bahwa Batanghari River Festival termasuk 100 dari 3.000 calender of event bersama Festival Danau Kerinci yang dipilih untuk diperjuangkan mejadi ikon nasional.

“Tidak saja menarik namanya, tetapi keberadaan sungai ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi yang perlu diangkat ke permukaan untuk ditawarkan menjadi sesuatu magnet kunjungan wisatawan. Festival ini akan menjadi ikon bentuk terima kasih kita kepada alam. Dengan menjadikan konsep mengangkat batang terendam, melalui Batanghari River Festival, akan kita perkenalkan pariwisata Jambi ke kancah nasional maupun internasional," papar Taufik (WJ-01)